PROYEK SENI MASA PANDEMI

Peran Seni Di Masa Pandemi



Global Art Forum Loca - LocaInstitute.com | PROYEK SENI MASA PANDEMI.

Proyek seni KACES bekerja sama dengan ARCOLABS – Center for Art and Community Management, yang dilaksankan di Cirebon Juli hingga September, mengorganisir dan mengeksekusi proyek seni berupa workshop, presentasi seniman dan lokakarya.

Proyek Seni Masa Pandemi 


Pada masa pandemi Covid-19, tertunda, rencana awal untuk melakukan program pertukaran ini secara fisik harus dipindahkan menjadi program online. Meski demikian, Direktur ARCOLABS Jeong Ok Jeon melihat ini sebagai tantangan untuk metode kolaborasi baru. 

Ini adalah pertama kali kami bekerja dengan orang-orang dan mitra baru yang hanya kami temui melalui layer virtual. Tetapi kami pun belajar bahwa dalam keterbatasan, ternyata program ini bisa tetap berjalan lancar dan efektif,” ujar Jeon. 

 

MADE IN CIREBON 


Proyek Seni Di Masa Pandemi



Proyek seni yang bernama Made in Cirebon ini, merupakan kerjasama antara Korea dan Indonesia. Sebagai wujud Program Pertukaran Pendidikan Seni & Budaya Korea-Indonesia merupakan bagian dari proyek Official Development Assistance (ODA) yang diinisiasi oleh Korea Arts and Culture Education Services (KACES) berkolaborasi dengan PT Ki Kunci Komunikasi, ARCOLABS, dan Pemerintah Kota Cirebon.

Proyek ini telah berjalan dari bulan Mei dan akan berlanjut hingga September 2020. Tahun ini merupakan tahun pertama dari upaya kolaboratif yang melibatkan pemerintah kota, seniman dan sekolah di Cirebon. 

Proyek ODA adalah program pertukaran interansional rutin yang dilakukan oleh KACES dengan tujuan revitalisasi pendidikan seni dan budaya di negara-negara mitra.

Menurut Kepala Tim Hubungan Internasional KACES, Serin Kim Hong,
 
Kami percaya seni dan budaya sangatlah penting untuk keseluruhan kualitas hidup masyarakat. Seni dan budaya juga bisa menjadi aset berharga dari sebuah bangsa. Karena itu pendidikan seni dan budaya harus selalu inovatif supaya relevan dan bisa dinikmati oleh masyarakat luas di hari ini.

Ia juga menambahkan bahwa pilihan Cirebon, Indonesia sebagai tuan rumah proyek ini disebabkan oleh kekayaan budaya kota tersebut.

Akan sangat menarik melihat kemungkinan konten pendidikan seni dan budaya yang bisa dikembangkan dari kota yang sangat multikultural dan memilki akar tradisi yang kuat.

 

Sejak Juli hingga September, ada empat kegiatan yang melibatkan berbagai peserta. 


kegiatan siswa dalam bidang seni di masa pandemi


1. Lokakarya Seniman Pengajar: 25-26 Juli 2020 


Lokakarya ini bertujuan memberikan Seniman Pengajar dan Seniman Lokal dengan informasi tentang program, masyarakat Indonesia dan Cirebon serta kiat menggabungkan praktik artistik mereka dengan audiens yang berbeda. 

Seniman Pengajar merupakan seniman Korea dan Indonesia dari berbagai displin: Boo Ji Hyun (Seniman Media, Korea), Fransisca Retno (Seniman Performans, Indonesia), Alfi Zachkyelle (Animator, Indonesia).

2. Lokakarya Seniman Lokal: 5 – 10 Agustus 2020.


Lokakarya oleh Seniman Pengajar kepada Seniman Lokal di Cirebon, untuk mengembangkan materi pelatihan dan konten kreatif kepada Guru, Siswa, dan masyarakat Cirebon. Seniman Lokal dipilih dari kolektif seniman Sinau Art yang berbasis di Cirebon: Agoest Purnomo (Film), Suryono (Karawitan dan Wayang), Viera Yulia (Tari), Mamat Nurachmat (Karawitan), 

ARCOLABS – Center for Art and Community Management 

www.arcolabs.org | admin@arcolabs.org | Instagram @arcolabs.id 

Danny Roza (Fotografi), Saiful Hadi (Literatur), Zainal Abidin (Desain Grafis), Mulyana (Karawitan), Daniel Adenis (Seni Lukis dan Pendidikan Seni), Nicco Suparta (Seni Kriya) 

3. Lokakarya dan Pelatihan Untuk Guru dan Siswa: 7 – 11 September 2020 


Workshop ini bertujuan untuk membantu guru dan siswa di Cirebon menggunakan seni dan teknologi sebagai alat belajar, komunikasi, dan berpartisipasi dalam komunitas lokal dan global. Untuk proyek tahun pertama di 2020 ini, SMP Negeri 1 Kota Cirebon dipilih sebagai mitra sekolah. 

Total ada 100 siswa yang berpartisipasi dalam sesi lokakarya harian. 

4. Presentasi Akhir: 25 – 26 September 2020 


Presentasi Akhir berupa pameran kecil yang menampilkan hasil belajar siswa dan presentasi dari para seniman yang terlibat. Acara ini juga akan menjadi penutupan dari proyek Made in Cirebon tahun 2020. Sedianya, acara akan disiarkan secara online dan dibuka oleh sambutan Wali Kota Cirebon, Drs. Nasrudin Azis, S. H. melalui rekaman di Youtube ARCOLABS dan IGTV @arcolabs.id pada 25 September pukul 10:00. 

Menurut seniman Fransisca Retno, yang juga seorang edukator, program pertukaran ini memberikan perspektif baru mengenai praktik artistik di luar Jakarta.

Saya pribadi kagum dan terinspirasi dari dedikasi para seniman di Sinau, yang menggunakan keahlian mereka untuk mengkomunikasikan permasalahan sosial dan lingkungan di Cirebon. Menurut saya ini betul-betul memperlihatkan bagaimana pendekatan seni dan artistik bisa berdampak lebih luas dari seni itu sendiri dan berfungsi lebih besar bagi komunitas.

Hal senada disampaikan oleh koordinator Sinau Art, Nico Broer, yang telah berpengalaman dalam proyek pengembangan komunitas di Cirebon melalui Jagakali Art Festival – festival yang diinisiasi oleh Sinau Art dengan menggabungkan seni tradisional dan kearifan lokal dalam mempromosikan kesadaran lingkungan.

Dari sesi-sesi lokakarya ini, kami belajar bagaimana mengeksplorasi pendekatan seni lebih jauh lagi ke dalam beragam metode yang menyenangkan dan dapat dilakukan oleh siswa sekolah. Mudah-mudahan ini juga membuat seni lebih bisa diakses oleh masyarakat.

Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Kota Cirebon, Lilik Agus Darmawan berharap sesi pelatihan di sekolah dapat menginspirasi guru untuk mengembangkan metode pengajaran dan pembelajaran yang inovatif. 

Tujuan pendidikan adalah menumbuhkan pola pikir kreatif, artinya kita tidak bisa terus-menerus menggunakan metode belajar yang sama. Lokakarya semacam ini adalah awal dari pengembangan selanjutnya untuk membuat modul pengajaran yang terintegrasi, menggabungkan seni, budaya, sejarah, sains berikut dengan isu-isu keseharian yang kita hadapi.

Wali Kota Cirebon Drs. Nasrudin Azis, S. H. sepenuhnya mendukung proyek government-to government ini. Ia menekankan pentingnya kolaborasi berbagai pihak dalam menciptakan masa depan yang lebih baik. 

Sepanjang sejarah, Cirebon selalu menjadi tempat meleburnya beragam kebudayaan dan tradisi. Kita sudah terbiasa dengan kolaborasi, kita semua adalah bagian dari masyarakat sehingga kita harus bekerja sama sesuai kapasitas kita demi menciptakan masa depan yang lebih baik untuk semua.

ARCOLABS adalah lembaga yang didirikan pada 2014 sebagai Center for Art and Community Management di bawah Surya University. Sejak 2016, ARCOLABS telah beroperasi secara independen. Misi kami adalah meningkatkan kreativitas dan inovasi melalui beragam proyek berbasis praktik, termasuk pameran seni, proyek pengembangan komunitas, lokakarya, riset, dan berbagai kegiatan akademik dan nonakademik lainnya. 


(Penulis Frigidanto Agung)

 


0 Comments