ROMANTIKA POTRET PRIBUMI DI WAJAH MINAN ANAK BETAWI

Romantika Potret Pribumi Di Wajah Minan Anak Betawi



Global Art Forum Loca - LocaInstitute.com | ROMANTIKA POTRET PRIBUMI DI WAJAH MINAN ANAK BETAWI. 

Budaya Betawi memang mempunyai tantangan yang sangat berat bahkan meski hanya sekedar untuk bertahan. Lahir di rahim Ibu Kota dengan banyaknya intervensi budaya lain yang dibawa para pendatang, juga laju informasi yang disikapi kurang bijak, membuat budaya lokal yang menjadi identitas Betawi kian terkikis. Salah satunya adalah Tanjidor

TANJIDOR 




Tanjidor atau dikenal dengan sebutan tanji adalah kesenian Betawi yang berbentuk orkestra dan dirintis oleh Augustijn Michiels atau lebih dikenal dengan nama Mayor Jantje di daerah Citrap atau Citeureup sekitar abad 19. Tak hanya di Betawi saja, Kesenian Tanjidor juga terdapat di daerah Kalimantan Barat dan Kalimantan Selatan. Sayangnya di Kalimantan Selatan, kesenian ini sudah punah. 

Ini pula yang kemudian dirasakan oleh Irianto Suwondo, seorang composer yang melakukan penelitian tentang Musik tradisional Betawi Tanjidor untuk tesis pasca sarjananya di Institut Kesenian Jakarta

Perjumpaan saya dengan Musik Tanjidor terjadi di kondisi yang bisa dibilang tidak sehat. Kurangnya dokumentasi dan regenerasi menjadi momok dan penghambat Tanjidor sulit berkembang.

 

 MINAN ANAK BETAWI


Minan Anak Betawi


Permasalahan tersebutlah yang kemudian menggugah pria yang akrab disapa Bagong ini untuk turut andil dalam upaya menyelamatkan budaya Betawi khususnya Tanjidor. Salah satunya adalah dengan menggandeng Tanjidor 3 Saudara -- satu dari empat grup Tanjidor yang masih bertahan di Jakarta -- untuk berkolaborasi di karya yang diciptakannya “Minan Anak Betawi” 

Minan Anak Betawi sebenarnya merupakan sebuah upaya saya dalam membangkitkan semangat anak muda Betawi agar mau turut serta melestarikan budaya lokal. Minan sendiri merupakan Anak dari Bapak Sait, pimpinan Tanjidor 3 Saudara. Nah dengan lagu ini saya harap Minan mau lebih semangat berlatih dan memperjuangkan grup Tanjidor 3 Saudara. Sehingga nantinya Minan bisa menjadi contoh bagi anak muda Betawi lainnya.

Lewat lagu Minan Anak Betawi Irianto Suwondo mencoba membangkitkan romantika anak muda betawi yang dahulu mungkin sempat kita lihat disosok Rano Karno dalam perannya sebagai Si Doel. Keduanya menjadi gambaran Anak muda Betawi yang meskipun di tengah kencangnya laju zaman tapi tidak luntur dan hilang identitasnya.

Selain itu semangat keduanya dalam upaya membangun Budaya Betawi patut diacungi jempol. Semoga kedepannya makin banyak Doel dan Minan baru di tanah Betawi ini, sehingga lunturnya budaya tidak lagi menjadi momok yang menakutkan.

(Penulis Rengga Satria)

0 Comments