PAMERAN TUNGGAL JANGE RAE

pameran tunggal jange rae


PAMERAN TUNGGAL JANGE RAE


Artotel Artspace 9 Juli - 9 Oktober 2020

Makna Aksara Sebagai Bahasa ' Gaul '

Solo Exhibition By Jange Rae

VENUE

At ARTSPACE - ARTOTEL Thamrin
Jalan Sunda No. 3 Jakarta


Makna Aksara sebagai Bahasa ‘Gaul’


Berkomunikasi menggunakan ‘chatting’, adalah gaya berkomunikasi dengan huruf tanpa bunyi oral atau lisan dari bahasa. Melalui cara ini, seandainya terjadi kesalahan penulisan bukan berarti bahasanya yang salah. Tetapi karena terjadi kesalahan pada jari yang sedang ‘berbicara’, namun tetap dapat dipahami dan dimaklumi. Bahkan dianggap sebagai bahasa ‘gaul’ anak muda sekarang ini. 


Jange Rae dan karyanya


Pameran tunggal Jange Rae berjudul, ‘Typo’, bermaksud mengekspose suatu fenomena itu sebagai bagian dari budaya saat. Pameran yang di gelar di Artotel Thamrin, Jakarta, merupakan eksperimen teknik melukis yang berbeda. Seniman kelahiran Bandung pada tahun 1974, Jange Rae yang nama aslinya adalah Evi Muheriyawan akan melaksanakan pameran dari tanggal 9 Juli sampai 9 Oktober 2020.


salah satu karya jange rae
Karya Jange Rae



Karya Jange Rae sangat dipengaruhi oleh seni jalanan, yang dia yakini sebagai kebangkitan dan kelahiran kembali seni menggambar, yang dipenuhi dengan tanda, dan simbol. Sebagai bentuk seni rendah dan mentah yang menarik, karena bebas dari norma dan konvensi yang melampaui seni itu sendiri. Walaupun banyak yang tidak menganggapnya sebagai bentuk seni terutama karya seni lukis.

Saya mencoba meninggalkan pesan dan menciptakan makna melalui seni gambar yang saya jumpai sehari-hari” tegas Jange Rae.

Fenomena yang dia adaptasi melalui karyanya merupakan bagian dari isu sosial budaya, yang ditulisnya dengan kalimat-kalimat sederhana diatas kanvasnya, melalui kombinasi warna, garis atau elemen lainnya dia gunakan estetika dan komposisi yang baik. Gaya street art dan grafiti dia gunakan pada hampir disetiap karyanya. Itulah yang membuat karya-karya-nya relevan dengan estetika karya seni zaman saat ini.


(Penulis Frigidanto Agung)

0 Comments