PAMERAN 30 X 30, MARTO ART CENTRE

pameran 30x30 oleh loca institute


Global Art Forum - LocaInstitute.com | PAMERAN 30 X 30, MARTO ART CENTRE. Pameran 30 x 30 diselenggarakan bermula dari kecemasan seniman terhadap perubahan bumi yang akan terjadi di tahun 2030 nanti. Sebagai salah satu upaya pencegahan, loca Institute bersama dengan Kilau Art Studio menyelenggarakan Pameran 30 x 30 untuk menumbuhkan Awareness terhadap kerusakan lingkungan di masa mendatang. 

PAMERAN 30 X 30, MARTO ART CENTRE



Pembukaan pameran 30 x 30 tanggal 29 November 2019 merupakan cikal bakal dilanjutkannya pameran dengan misi yang sama di awal bulan Maret lalu. Pameran 30 x 30 hadir sebagai salah satu upaya komunikasi dalam bentuk visual yang dihadirkan oleh para seniman. 

Event ini diikuti tak hanya dari wilayah Jakarta saja, namun sama ke Malaysia juga. Ada sekitar 50 seniman yang ikut bergabung bersama dalam pameran ini. 

BERBAGAI MACAM KARYA DIPAMERKAN


pembukaan pameran 30 x 30
Live music dipersembahkan oleh Guzmow


Tak hanya seni lukis, pameran ini juga menyuguhkan beragam karya seni. Ada karya seni yang terbuat dari barang bekas, ada karya seni fotografi dan ada juga karya seni instalasi. 

Bahkan ada juga seni pertunjukan pembacaan puisi yang dibawakan oleh Spartu dan pertunjukan live music di awal pembukaan pameran. 

LATAR BELAKANG PAMERAN 30 X 30 


pameran 30x30 art for the earth
Kasubdit P3D3 memberikan sambutan dalam pembukaan pameran 30 x 30 (Dok. Rengga Satria)


Dalam pembukaan pameran, Kepala galery Marto Art Centre, Puguh Tjahyono mengatakan, 

” Lewat pameran ini kami ingin mengajak masyarakat untuk menyadari lingkungan itu sangat penting bagi keberlangsungan kehidupan ke depannya bagi umat manusia,” katanya dalam sambutannya, di Marto Art Centre, Jakarta.

Menurut sambutan beliau, bahwa kemungkinan apa yang tersirat dalam setiap karya bisa terjadi apabila kita semua mengacuhkan hal ini. Itulah mengapa kita perlu menyebarkan kepada masyarakat tentang bahaya yang akan kita hadapi di 10 tahun mendatang. 

Sementara itu, menurut Kasubdit P3D3 Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Sasmita Nugroho, dirinya mengapresiasi pagelaran pameran 30×30 tersebut. 

” Saya sangat mengapresiasi acara ini. Pameran ini sangat bagus sekali, saya pribadi baru menemui identitas seperti ini. Karena biasanya kita selalu sama penyanyi dalam kampanye lingkungan, kali ini dengan perupa,” bebernya.

Sasmita juga mengucapkan rasa terima kasih terhadap para perupa yang berpartisipasi dalam pameran 30×30. 

” Terima kasih sudah bisa berkomunikasi dengan perupa yang ada disini. Dan saya minta acara seperti ini selalu ada,” ungkapnya. 

Semoga semangat pameran 30 x 30 tak hanya terhenti sampai di sini saja. Semoga kami akan selalu membawa semangat ini dan memperjuangkannya sampai kapanpun juga.


0 Comments

Oldest